Suatu siang di jumat yang terik, disebuah kantor pengelola properti..
Mas 'A': " kok tumben pake masker sih Mat...? "
Mamat : " biar aku nggak ketularan virus cinta kamyuuuuu.."
-ayudevi_wiharjo-
Suatu siang di jumat yang terik, disebuah kantor pengelola properti..
Mas 'A': " kok tumben pake masker sih Mat...? "
Mamat : " biar aku nggak ketularan virus cinta kamyuuuuu.."
-ayudevi_wiharjo-
Keabsurdan ke 1.
'Masa depan tidak akan kesulitan laki-laki.'
Suatu pagi di sebuah office pengelola properti,
A : "pagi brooo"
B : " pagi...kangen y ama saya..."
A : " jadi gimana operasi hernia bokap lo man...."
B : " puji Tuhan.. Lahir, laki-laki, sempurna..."
A : " ........... "(terdiam,membayangkan dengan ngeri jika setiap operasi hernia akan menghasilkan bayi laki-laki....)
Keabsurdan ke-2.
'Terlalu Pede...'
Disebuah tempat les, seorang guru bahasa inggris baru saja menuliskan bab "Number", tepat pada saat itu,dari pintu masuk, datanglah seorang murid yg terlambat dan menggunakan sandal..
Teacher : " Hey, no more sandals "
Student : *melirik papan tulis, " nomor 42 mam..."
*Didengar murid lain yang berharap juga ditanya nomor sandalnya...
Keabsurdan ke-3
'Jawaban Menggoda..'
Seorang office boy berjalan masuk dengan tenangnya..
A ( Laki-laki ) : " mau kemana Mat...
Office Boy : " Ke hatimuuuuuu..."
*Didengar rekan office satu ruangan yang mulai mengasumsikan jenis pelet apa yg dipakai mas A...
-ayudevi_wiharjo-
Mewdiepiew!!!!!
Ups,,, gara-gara michan ngasih tw video bodoh-kocak nya pewdiepie jadi ketularan deeeehhh..hihihi...
Hm,,,mau cerita apa ya?
Ah!
Cerita pelem aja deh, bulan ini gw udah nonton pelem dua bijih..
Bijih sape???
Adouuuhhh....udah malem bahasnya jadi bijih-bijih aje...*dilempar michan pake biji jambu*
Kembali ke niat semula,
Yak, dua pilem yg mau gw tulis itu yang pertama cloud atlas, dan yg kedua oblivion..
Nah, kita bahas Cloud Atlas dulu..
Cloud Atlas ngebahas beberapa masa.
Ada masa Lampau. Kini. Dan masa depan...
Cuma, karena sutradaranya kreatif, film ini dibuatnya maju mundur, alias alur campuran...
Butuh fokus yg cukup supaya nangkep makna filmnya..
Soalnya meleng dikit udah deh, jadi bingung sama puzzle yg hilang...
Cloud atlas menceritakan beberapa masa yang rentang jaraknya lumayan jauh...tapi amanatnya sih sebenarnya sama,bahwa segala sesuatu yg ada di dunia ini punya koneksi, dan segala sesuatunya pasti berputar, jika disebuah masa manusia ngga bisa ngedapetin mimpinya, maka someday, di masa yg lain, mimpinya bisa didapatkan, masing-masing pribadi mungkin lupa punya mimpi apa dikehidupan generasi sebelumnya, tapi entah kapan pasti ada momen-momen semacam dejavu, yg bikin seorang manusia merasa "kayaknya dulu gw pernah deh,,,,"
(michan: "kayaknya kamu....."| me:"aku tau, udah banyak yang bilang aku mirip seseorang dari masa lampau, aku emang dulu pernah jadi marylnn monroe.."| michan:...*ngusap-ngusap dada denger cerocosan aku..)
Well, dari segi pemain....berhubung yg maen adalah bintang-bintang lama macam Tom Hanks, Halle Berry dan lain-lainnya... Bisa dibilang klo soal penjiwaan mah nggak usah ditanya, cuma ntah kenapa gw merasa ada yg kurang gereget di film ini, berhubung ni pilem lumayan cukup mikir, tapi scene yang bikin ketawa buat ngerileks in otak sebentar, bisa dibilang hampir nggak ada..
Eh, ralat........ada sih, cuma berbau homo gitu,,,
Hm,, ada juga sih, sedikit scene yg mengundang imajinasi pria ala film barat pada umumnya..tapi....klo menurut gw,...hare gene pilem masih ada adegan berbau ketelanjangan wanita buat jadi bumbu itu kayaknya enggak banget...
Tapi klo soal teknologi film fiksi ilmiah yaaaaa barat emang jagonya sih, maklum....kan teknologi green screennya udah canggih, nggak kayak indonesia yg bikin orang kembar aja masih ketahuan boongnya...
( tiba-tiba jadi pengen punya green screen juga buat gonta-ganti suasana...coba harganya murah...)
Nah, alur udah dibahas, pemain udah, sentuhan fiksi udah, hmmmm... Costum!
Costumnya cukup keren dan sesuai dengan zamannya, penataan tempatnya juga..cuma pas bagian masa depan gw kadang suka bingung kadang disatu sisi suka hi tech banget, tapi ada juga bagian yg gayanya masih primitif(untuk masa itu...). Hmm mungkin itu juga karena pandangan masing-masing orang tentang masa depan itu beda-beda kali yah...jadi bayangan masa depan ala si sutradara Cloud Atlas yaaaa mungkin begitu.
( tapi kebanyakan di masa depan gw lihat sih klo dipilem-pilem, biasanya nggak ada taneman, semua udh jadi gedung dengan jalanan melayang, motor terbang, dan sebagainya...)
Hmm..Over all, cloud atlas dapat 7 bintang deh dari 10 bintang..
Nah,,, pilem kedua Oblivion..
Pilem ini dibintangi sama Tom Cruise.
Yak! Pemain lama jugah..
Tapi ceweknya er.....kayaknya pemain baru deh..baru beberapa kali main pilem gitu maksudnya, klo yg jadi Julia, kayaknya pernah main di film aksi bareng ma siapaaaa gitu..
Nah, Tom cruise disini berperan sebagai Jack Harper.. Seorang teknisi menara pengawasan no. 49. Yang ingatannya dihapus oleh Tet..
Karena ini ceritanya tentang masa depan juga...yah...kurang lebih latar tempatnya ya gitu, bumi udah jadi padang pasir hitam.. Hancur deh, tapi nggak parah-parah amat sih.. Nggak segersang bayangan masa depan dikepala gw..:p
Soal setting suasana, cukup keren juga,
Ada pesawat yg kokpitnya bening kayak kaca dan terkesan mudah dioperasikan meskipun dalam kecepatan yg masya Allah kenceng banget!
*padahal mah, klo didunia nyata, bisa jumpalitan kali yg ngendarain..
Menaranya juga keren, passss banget buat lihat matahari terbit ataupun matahari terbenam.. :)
Sebenarnya klo dari segi cerita sih biasa aja.. Tapi karena sutradara sana kreatif cara 'menyampaikannya' yah... Jadinya agak sedikit rumit..
Durasinya sih cuma dua jam, tapi karena menurut gw tiap-tiap scenenya lama.. Jadi kesannya tuh pilemnya ngeboringin,,,
Klimaksnya nggak cetar membahana..
Yah,,, gitu sih resikonya alur maju tapi ada printilan flashback..
Yup, flashback ingatannya si Jack Harper..
Hm,,apa yah....ibarat sebuah gong, Gongnya film ini nanggung,
Klimaksnya pas Jack mau ngancurin Tet pun biasa aja..cuma boom,,, udah..
Seandainya nggak ada 'penghapusan ingatan' , film ini pasti jadi biasa banget, karena penasarannya gw sebagai penonton nggak sampai tahap 'kepo'..
Soal kostum, keren tuh terusan yang dipake sama pemeran Vika.. Simple, elegan, anggun... :). Motor yang dipake Jack juga keren... Bisa dirakit kayak sepeda lipat, terus dimasukkin ke bagasi kecil 'heli masa depannya'....
Yah.. Over all Oblivion, nilainya 7 .
Jadi sama kayak Cloud Atlas,
Film ini nggak ada geregetnya..
Dua-duanya nggak bener-bener menyentuh sisi emosional gw, baik itu rasa kagum, rasa sedih, ataupun rasa humor...
Nggak ada adegan yang bener-bener bikin gw sebagai penonton ber "woooooooow" atau ber "aaaaaaah", mberebes mili karena ikut sedih, atau deg-degan karena pemeran utamanya udah mau diserang...
Dengan kata lain,Standar...
Tapi pengemasan dalam penyampaian filmnya gw acungi jempol buat masing-masing sutradara...
Tapi, klo disuruh milih yg lebih bagus, hmmm gw akan memilih Cloud Atlas, dibandingkan Oblivion.. :p
Wew, udah jam 11 lewat nih,
Waktunya bobo cantik...:p
Caw!!
-ayudevi_wiharjo-
Burung itu mengetuk-ngetuk jendela dapur lagi,
Berkicau sambil terbang kesana-kemari.
Dan aku cuma menatapnya kasihan. Ya, kasihan...entah apa yang coba dikatakan burung itu kepadaku yg duduk menatap jendela dapur..
aku tidak bisa menolongnya, membuka jendela dapur hanya akan membuatnya berpindah ke jendela yang lain. Aku sudah pernah menghampirinya dengan keluar dari dapur, tapi ia justru pergi, dan aku malah asyik mengambil foto bunga dihalaman belakang rumah yang ditanam ibuku.
Berkali-kali ia datang, dan berkali-kali juga aku tak menangkap pesan dari patukannya.
Sejenak aku berpikir, mungkin burung itu kesepian, dan dia mengira aku temannya..mungkin burung itu mengajakku bermain..
Aku tersenyum pada diriku sendiri mendengar Imajinasi bodoh yang terlintas dibenakku..
Dan burung itu tetap mengetuk-ngetuk jendela dapur dengan gigih meskipun aku hanya memandangnya, mencoba mengabaikannya..
Well, ini mengingatkanku akan sesuatu hal, berapa banyak manusia yang sudah datang kepadamu, berusaha mendapatkan perasaanmu meskipun kau mengabaikannya,,
dan berapa banyak yang tetap bertahan bersamamu, ketika sudah mendapatkan jawaban dari yang mereka inginkan?yang tetap bertahan meskipun kau memperlihatkan keburukanmu, kelebihanmu dan semua keoriginalitasan dirimu?
Aku menggeleng,
tak banyak manusia yang segigih itu. Dan mataku mulai berair. Tapi pandanganku tetap pada burung itu.
Dia masih mematuki kaca dapur ibuku..yah,, aku mulai berpikir,Burung ini layak mendapatkan medali untuk kegigihan dan kesetiaan..
Bibirku membentuk sebuah senyum simpul..dan terlintas sebuah pemikiran yang menenangkan...emm...mungkin, suatu hari nanti aku akan menemukan seseorang yang gigih dan setia kepadaku..
Aku tiba-tiba tersenyum..
Tersenyum dengan imajinasiku sendiri. Air mataku menetes, bukan karena kesedihan yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata, tapi karena pada akhirnya aku mengerti.
Burung itu mulai berhenti mematuk jendela, ia mengusap-usap bulunya dengan paruhnya.Mungkin ia kini lelah,
Dan aku mencoba mendekat. Mencoba mengalihkan pemikiranku yang rumit pafa burung kecil sederhana ini.
Burung itu berhenti mengusap-ngusap bulunya, menatapku dengan tatapan "apa kini kau sudah mengerti?". Membuatku terhenyak, dan kami bertatapan lama seperti dua orang sahabat yang saling mengerti. Bertukar pikiran tanpa perlu mengeluarkan kata-kata.
Sampai akhirnya ia menunduk, menggoyangkan kepalanya, mengalihkan pandangan ke rimbunan pohon tetanggaku yang tumbuh dibelakang. Menatapku sebentar,
Lalu ia terbang,
meninggalkanku sendiri, menatap jendela dapur yang kini meyuguhiku lukisan hujan..
*Lenteng Agung, disuatu sore yang hujan,,,,,*
By : -Ayudevi_wiharjo-
"kalau saja dia bukan manula dengan kopi dan sup enak yg perlu dilestarikan, tentu...."
Wkkwkwk,
Madre seharusnya jadi cerita yg berat mengingat dalam realita, membangkitkan kembali pabrik roti tua itu enggak gampang..
Tapi aura positif dalam setiap karya Dee selalu membuat hal apapun menjadi mungkin secara rasional, :D
Itulah sebabnya kenapa gw jatuh cinta dengan tulisan-tulisannya,
Gw rasa, diantara ribuan penulis, cuma Dee yang bisa meramu tulisan dengan gaya nya yang muda, tapi bisa berpadu dengan aroma kebijakan..
Dee tahu kapan waktunya harus membuat karakternya menonjol, kapan harus rendah hati,
Tau kapan harus cuek, kapan harus bertanggung jawab,
Dan yang paling penting, tulisan Dee itu selalu punya jiwa... Bukan cuma cerita tanpa makna.. :)
Bukan kayak "starla" yg suka kasih harapan palsu, bukunya Dee, selalu memberikan janji segar yg ngga pernah.ngecewain gw...
Itu juga mungkin yang bikin gw ga pernah nyesel beli bukunya dia.. :)
Hm... Well, target selanjutnya, beli rangkaian supernova..
Semoga bisa..... :p
-ayudevi_wiharjo-